Musik Digital dan Sinema Digital


Apa musik digital itu?

Musik digital adalah musik yang diolah secara digital. Musik ini dihasilkan oleh alat musik asli yang direkam secara terpisah pada alat rekaman, alat musik tersebut seperti gitar akustik, piano, bas, drum dan musik alat lainnya, kemudian sampel musik tersebut diolah dan digabungkan secara digital menggunakan peralatan komputer.

Jadi musik digital adalah musik yang dihasilkan oleh komputer dengan menggunakan software tertentu misal salah satu software yang sering digunakan adalah Musical Instrument Digital Interface atau biasa disingkat dengan MIDI.

Musik digital dibuat untuk mendapatkan suara musik yang lebih jernih dari alat musik sebenarnya. Tentunya dengan berbagai pengolahan yang lebih rumit karena musik digital tidak segampang membuat suara musik sebenarnya. Pada dasarnya kita harus paham tentang ritme dan memahami instrumen-instrumen musik, dan mengerti mengenai proses mixing seluruh instrumen yang digunakan untuk meperoleh suara musik digital yang sempurna tentunya dengan mengagabungkan sampel-sampel musik yang telah kita buat. Adapun contoh musik digital yang kita sering jumpai yaitu dalam bentuk format MP3, WMA, CD Audio dan lain-lainnya. Dengan adanya musik digital kita dapat memperoleh banyak keuntungan untuk masyarakat dan si pembuatnya.

Apa sinema digital itu?

Sinema digital merujuk pada penggunaan teknologi digital untuk mendistribusikan dan menayangkan gambar bergerak. Sebuah film dapat didistribusikan lewat perangkat keras, piringan optik atau satelit serta ditayangkan menggunakan proyektor digital alih-alih proyektor konvensional. Sinema digital berbeda dari HDTV atau televisi high definition. Sinema digital tidak bergantung pada penggunaan televisi atau standar HDTV, aspek rasio atau peringkat bingkai. Proyektor digital yang memiliki resolusi 2K mulai disebarkan pada tahun 2005, dan sejak tahun 2006 jangkauannya telah diakselerasi.

Sinema digital dapat dibuat dengan mediavideo yang untuk penayangannya dilakukan transfer dari format 35 milimeter (mm) ke format high definition (HD). Proses transfer ke format HD melalui proses cetak yang disebut dengan proses blow up. Setelah menjadi format HD, penayangan film dilakukan dari satu tempat saja, dan dioperasikan ke bioskop lain dengan menggunakan satelit, sehingga tidak perlu dilakukan salinan film.
Contohnya, dari satu bioskop di Jakarta, film dapat dioperasikan atau diputar ke bioskop-bioskop di daerah melalui satelit.

_
Source:
https://apriyandis.wordpress.com/2011/12/31/musik-digital/https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sinema_digital

Komentar